Sosialisasi Penanggulangan Bencana Gunung Agung dan Pembentukan Tim Relawan

TULAMBEN – Sektor lembaga usaha turut terdampak dan memiliki risiko yang tinggi akibat dari kejadian bencana. Sebagai contoh kejadian bencana yang terjadi di Indonesia, secara empirik data kerugian yang terkategorisasi berdasarkan sektor usaha mengalami kerugian ekonomi kurang lebih sebesar.

Peran lembaga usaha perlu lebih didorong ke upaya pengelolaan risiko bencana dibandingkan dengan upaya lain yang sudah berjalan. Rencana kegiatan pada tahap prabencana berisi usulan kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Usaha di wilayah kerja untuk mengurangi atau menghilangkan risiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana, sebagai bentuk investasi sebelum bencana yang akan menyelamatkan masyarakat dan kerugian ekonomi.

Terkait dengan kesiapan darurat menghadapi Gunung Agung di Bali, lembaga usaha memainkan 3 peran dalam penanggulangan bencana yaitu sebagai pelaku, pihak terdampak, dan pemberian bantuan. Sebagian besar pelaku usaha dan lembaga usaha di Bali ada di sektor jasa pariwisata, industri perhotelan, rumah makan, cafe, serta kegiatan pertanian. Data kunjungan wisatawan mencapai 592 ribu pada tahun 2017 sebagai destinasi utama pariwisata di Indonesia yang pada tahun 2015 PDRB Provinsi Bali yang mencapai Rp. 42,66 Juta per kapita. Aset dan investasi pembangunan yang telah dilakukan perlu perlindungan dan pengelolaan yang baik untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. (https://www.bnpb.go.id/home/detail/3480/Peran-Lembaga-Usaha-dalam-Penanggulangan-Bencana-di-Gunung-Agung)

Oleh sebab itu penanggulangan bencana gunung agung mulai dilakukan di Desa Tulamben, dengan Narasumber dari BNPB, BMKG, seluruh staff  Kedesaan Tulamben, perwakilan masyarakat yang bekerja di bidang pariwisata di tulamben dan maing-masing perwakilan Relawan dari gunung semeru dan gudung kelud. Adapun agenda yang dibahas yaitu, Cara Penanggulangan, Pembuatan Posko Darurat, pembentukan panitia di masing-masing Banjar Dinas yang ada di Tulamben, dasar-dasat teknik penanggulangan bencana dan sedikit cerita tentang pengalaman tim relawan dari gunung kelud dan gunung semeru.

Kita harapkan bersama semoga dengan adanya sosialisasi ini masyarakat menjadi lebih tahu dan tanggap bagaimana apa yang harus dilakukan jika kemungkinan hal yang tidak kita inginkan terjadi.

2 gagasan untuk “Sosialisasi Penanggulangan Bencana Gunung Agung dan Pembentukan Tim Relawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *